LIMBAH PLASTIK SEBAGAI BAHAN PEMELIHARAAN JALAN

Sampah plastik menjadi isu global yang menyedot perhatian dunia. Berdasarkan data Jambeck (2015) diperkirakan 3,32 juta metrik ton limbah plastik di Indonesia belum terkelola baik. Bahkan, sebanyak 0,48-1,29 juta metrik ton di antaranya tersebar ke laut.

Berbagai inisiatif dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini antara lain dengan mengurangi penggunaan plastik dalam keseharian masyarakat.

Selain itu, pemerintah tengah berupaya dalam mengelola sampah plastik menjadi bahan campuran aspal.

Rencananya, limbah plastik ini akan dijadikan sebagai bahan campuran aspal dengan komposisi 6 persen.

Aspal tersebut nantinya akan digunakan untuk pemeliharaan jalan. Kebutuhan preservasi jalan nasional sendiri mencapai 47.000 kilometer.

Jika satu kilometer jalan butuh 3 ton plastik maka perlu limbah plastik sebanyak 140 ribu ton yang kemudian dicacah menjadi plastik ukuran 5 milimeter.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, campuran beraspal panas dengan tambahan limbah plastik menunjukkan peningkatan nilai stabilitas Marshall 40 persen.

Aspal ini juga lebih tahan terhadap deformasi dan retak lelah dibandingkan dengan campuran beraspal panas standar.